Search
Close this search box.
Perkasa Sarana Utama | Heavy Equipment Rental Excavator Rental
  1. Home
  2. »
  3. Insights
  4. »
  5. Preparation Tips Before Renting Heavy Equipment
heavy equipment rental tips

Preparation Tips Before Renting Heavy Equipment

In construction project management, keputusan untuk menyewa alat berat adalah langkah strategis untuk menekan Capital Expenditure (Capex) or capital costs. However, the reality on the ground is often not as beautiful as the calculations on paper. Many contractors are experiencing budget overruns (budget overrun) not because the rent is expensive, but rather due to a lack of technical preparation before the equipment arrived at the location.

Masalah seperti trailer pengangkut yang tersangkut kabel listrik, unit yang datang tidak sesuai spesifikasi medan, hingga sengketa klaim kerusakan di akhir sewa, adalah mimpi buruk yang sebenarnya bisa dihindari.

Sebagai mitra alat berat yang berpengalaman menangani berbagai skala proyek, PT Perkasa Sarana Utama (PSU) menyusun panduan mendalam ini sebagai checklist wajib bagi Anda sebelum menandatangani kontrak sewa alat berat.

1. Analisis Kebutuhan Teknis dan Medan Kerja (Site Assessment)

Kesalahan paling fatal dan paling awal adalah ketidaktepatan spesifikasi alat. Jangan hanya memesan berdasarkan nama umum seperti “Excavator” or “Bulldozer”. Anda harus spesifik sesuai kebutuhan ketika ingin menyewa alat berat.

  • Capacity & Dimensions: Sesuaikan ukuran alat dengan volume pekerjaan dan luas area. Menggunakan Excavator PC200 (20 ton) di area sempit perumahan padat akan menyulitkan manuver. On the contrary, use Mini Excavator untuk galian cut & fill hektaran akan memakan waktu terlalu lama.
  • Type “Shoe” & Undercarriage: Ini krusial. Jika lokasi proyek Anda adalah lahan gambut, property, atau sawah, wajib meminta unit dengan spesifikasi Swamp Shoe (sepatu lebar) agar tidak amblas. Jika di area berbatu, minta Standard/Rock Shoe.
  • Additional Attachments: Apakah Anda hanya butuh Bucket standard? Atau proyek Anda membutuhkan Hydraulic Breaker untuk memecah batu? Atau Clamshell untuk pengerukan dalam? Menentukan ini di awal mencegah biaya mobilisasi ulang untuk mengganti alat.

2. Survei Akses Mobilisasi (Route Survey)

Alat berat tidak berjalan sendiri ke lokasi, melainkan digendong oleh truk besar (Self-Loader, Low-Bed, or Dolly). Often the tools are already rented, tetapi tidak bisa masuk ke lokasi proyek.

Lakukan survei jalur pengiriman dengan cek poin berikut:

  • Wide & Kepadatan Jalan: Apakah jalan akses cukup lebar untuk truk Low-Bed bermanuver di tikungan? Apakah aspal jalan kampung kuat menahan beban puluhan ton?
  • Hambatan Vertikal (Overhead): Periksa ketinggian jembatan layang, kabel listrik PLN, kabel telepon, atau portal gapura warga. Truk pengangkut excavator memiliki profil yang tinggi.
  • Area Bongkar Muat (Unloading Point): Pastikan ada area tanah keras dan datar untuk menurunkan alat berat. Truk pengangkut butuh traksi yang kuat agar tidak terperosok saat proses unloading.

3. Pahami Skema Biaya dan Kontrak (Cost Structure)

Agar cash flow proyek aman, Anda harus memahami komponen biaya di luar harga sewa per jam.

  • Biaya Mobilisasi & Demobilisasi (Mob-Demob): Ini adalah biaya kirim dan jemput alat. Biasanya dibayar lunas di muka (in advance) sebelum alat dikirim. Biaya ini bervariasi tergantung jarak tempuh.
  • Minimum Charge (Jam Minimum): Sewa alat berat umumnya menerapkan sistemMinimum Jam Cas”. Example: Minimum 50 jam atau 100 jam. It means, meskipun alat hanya dipakai 20 jam, Anda tetap harus membayar senilai 50 jam sesuai kontrak. Pahami aturan ini agar tidak kaget saat penagihan.
  • Fuel: Umumnya harga sewa belum termasuk BBM. Anda wajib menyediakan Solar Industri (bukan subsidi) di lokasi. Perhitungkan konsumsi BBM alat tersebut (example: Excavator 20 ton rata-rata konsumsi 15-20 liter/jam tergantung beban kerja).

4. Validasi Legalitas Alat dan Operator (Compliance)

Jangan pertaruhkan proyek Anda dengan alat ilegal. Dalam proyek BUMN atau instansi pemerintah, kelengkapan dokumen adalah syarat mutlak audit K3.

  • SILO (Operation Worthy Permit): Pastikan alat memiliki sertifikat kelayakan dari Disnaker atau instansi terkait yang masih aktif (biasanya diperbarui tahunan).
  • SIO (Operator's License): Operator wajib memiliki SIO yang sesuai dengan jenis alatnya (Kelas I atau Kelas II). Operator tanpa SIO berisiko hukum tinggi jika terjadi kecelakaan kerja.
  • Asuransi Alat: Tanyakan apakah alat dilindungi asuransi Heavy Equipment All Risk. Ini penting untuk mitigasi risiko jika terjadi bencana alam atau kecelakaan tak terduga.

5. Persiapan Logistik Lapangan untuk Operator

Operator adalah mitra kunci produktivitas di lapangan. Kesejahteraan mereka berdampak langsung pada kecepatan kerja.

  • Akomodasi (Mess): Jika lokasi proyek jauh dari pemukiman, penyewa wajib menyediakan tempat tinggal layak (bedeng), clean water, dan listrik untuk operator.
  • Keamanan Unit (Security): Saat malam hari atau saat alat tidak beroperasi, keamanan unit (terutama komponen vital seperti Controller/Computer Monitor, Aki/Baterai, dan Solar) menjadi tanggung jawab penyewa. Kehilangan komponen ini di lokasi proyek akan dibebankan kepada penyewa.

6. Inspeksi Bersama (Joint Inspection) Saat Serah Terima

Jangan pernah menandatangani Surat Jalan atau Berita Acara Serah Terima (BAST) tanpa melihat fisik alat. Lakukan inspeksi bersama operator saat alat baru turun dari truk:

  • Cek Fisik: Catat jika ada baret, penyok, kaca retak, atau lampu pecah by alat digunakan. Foto sebagai bukti.
  • Cek Hour Meter (HM): Catat angka kilometer/jam kerja (HM) awal. Ini akan menjadi patokan perhitungan tagihan sewa Anda.
  • Cek Level BBM: Pastikan posisi solar saat datang, dan sepakati pengembalian dengan posisi yang sama.

Solusi Sewa Alat Berat Terintegrasi Bersama PSU

Persiapan yang matang adalah separuh dari keberhasilan proyek. However, kami memahami bahwa tidak semua kontraktor memiliki waktu atau tim khusus untuk mengurus detail teknis tersebut.

PT Perkasa Sarana Utama (PSU) hadir memberikan solusi end-to-end. Saat Anda menyewa di PSU, Anda mendapatkan lebih dari sekadar alat:

  1. Konsultasi Teknis Gratis: Tim kami bantu pilihkan unit paling efisien sesuai medan Anda.
  2. Unit & Operator Legal: Seluruh unit ber-SILO dan operator ber-SIO, aman untuk proyek high-compliance.
  3. Mechanical Support 24/7: Kami menjamin ketersediaan fisik alat (physical availability) yang tinggi dengan dukungan mekanik yang responsif.

Jangan biarkan salah pilih alat menghambat deadline You. Hubungi kami untuk penawaran dan konsultasi gratis.

PT Perkasa Sarana Utama – Mitra Profesional, Proyek Aman, Hasil Maksimal.

Share Article

Picture of PSU Access
PSU Access

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *