Dalam dunia konstruksi, tidak ada satu pun proyek yang bisa berjalan tanpa aktivitas pengangkutan material. Dari pasir, kerikil, tanah, hingga material struktural seperti baja atau beton, semuanya harus dipindahkan dari satu titik ke titik lain. Menariknya, menurut analisis Buildern dan Trackunit, material umumnya menyumbang sekitar 30–40% dari total biaya proyek, sementara komponen peralatan (termasuk sewa, pemeliharaan, dan pengangkutan alat berat) berada di kisaran 5–10%. Ini menunjukkan bahwa logistics (transportasi alat/material) memang menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan, meskipun tidak sebesar 30–40%. Artinya, jika salah memilih alat berat, bukan hanya waktu yang terbuang, tetapi juga anggaran proyek yang bisa membengkak.
Lantas, alat berat mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda? Mari kita bahas lebih detail jenis-jenis alat berat untuk pengangkutan material beserta fungsinya, agar Anda bisa lebih bijak menentukan pilihan.
Kenapa Pemilihan Alat Berat yang Tepat itu Penting?
Setiap proyek memiliki karakteristik yang berbeda. Ada proyek jalan raya yang memerlukan pengangkutan material dalam jumlah masif, ada juga pembangunan gedung yang lebih fokus pada material berbentuk pallet. Untuk itu, dengan memilih alat berat yang tepat akan banyak membantu Anda, berikut alasannya:
- Lebih menghemat waktu karena siklus kerja lebih efisien.
- Banyak mengurangi biaya yang tidak diperlukan yaitu dengan memilih alat berat yang multifungsi.
- Keselamatan lebih terjaga karena setiap alat berat sudah disesuaikan dengan kondisi medan dan material.
- Produktivitas proyek lebih terjamin karena tiap alat berat bisa bekerja optimal sesuai dengan fungsinya.
Jika Anda sudah memahami pemilihan alat berat yang tepat, tentu akan lebih mudah dalam menentukan jenis alat berat mana yang akan dipakai dalam proyek pengangkutan material.
8 Jenis Alat Berat untuk Pengangkutan Material
Di bawah ini terdapat 8 jenis alat berat yang bisa digunakan untuk mengangkut material, mulai dari dump truck, wheel loader, excavator, bulldozer, forklift dan lain sebagainya. Untuk memahami fungsi dari masing-masing alat tersebut, Anda bisa cek di bawah ini:
1. Dump Truck
Dump truck adalah ikon dalam pengangkutan material konstruksi. Alat ini banyak dipakai untuk membawa pasir, tanah, kerikil, hingga batu pecah. Kelebihan utamanya adalah kapasitas besar yang mampu mengangkut 20–40 ton material sekali jalan, sehingga sangat efisien untuk proyek berskala besar seperti pembangunan jalan tol atau bendungan.
Sistem baknya yang bisa dituang membuat proses bongkar muat cepat dan minim tenaga tambahan. Namun, dump truck paling efektif digunakan di jalur yang sudah relatif stabil atau beraspal.
2. Articulated Dump Truck (ADT)
Untuk proyek yang medannya berat, seperti area tambang atau lokasi berbukit dengan tanah berlumpur, articulated dump truck (ADT) adalah jawabannya. Rangka berengsel (articulated frame) membuat alat ini lebih stabil dan fleksibel dibanding dump truck biasa.
ADT dapat bergerak di jalur yang tidak rata tanpa kehilangan kendali. Itulah sebabnya alat ini populer di industri tambang terbuka maupun proyek perkebunan yang membutuhkan transportasi material jarak menengah.
3. Wheel Loader
Meski namanya lebih sering dikaitkan dengan alat pemuat, wheel loader juga bisa menjadi solusi pengangkutan jarak pendek. Alat ini cocok untuk memindahkan material lepas dari satu titik ke titik lain di area proyek, sekaligus mengisi dump truck.
Wheel loader sangat fleksibel karena bisa dipasangi attachment tambahan seperti bucket, grapple, atau fork. Maka, selain mengangkut pasir atau kerikil, ia juga bisa memindahkan material berbentuk balok kayu atau pallet.
4. Excavator
Excavator dikenal sebagai alat multifungsi dalam dunia konstruksi. Selain berfungsi utama untuk menggali, excavator juga bisa digunakan untuk memindahkan material. Dengan bucket berkapasitas besar di ujung lengannya, alat ini mampu mengangkat tanah, pasir, batu, atau puing-puing bangunan, lalu memindahkannya ke dump truck atau ke lokasi penimbunan.
Keunggulannya adalah fleksibilitas, excavator bisa bekerja di medan sulit, area sempit, hingga kondisi tanah berlumpur. Dalam proyek pengangkutan material, excavator sering berdampingan dengan dump truck karena keduanya saling melengkapi.
5. Bulldozer
Bulldozer dikenal dengan blade besar di bagian depannya yang berfungsi mendorong material. Meski tidak dirancang untuk mengangkut jarak jauh, alat ini sangat efektif dalam memindahkan material dalam radius dekat.
Contoh penggunaannya adalah meratakan tanah, mendorong tumpukan pasir atau batu ke satu titik, atau memindahkan material ke area yang kemudian akan diangkut dump truck. Dengan tenaga dorong yang kuat, bulldozer menjadi salah satu alat andalan untuk tahap awal pengelolaan material di lapangan.
6. Forklift
Tidak semua material konstruksi berbentuk curah atau lepas. Dalam proyek industri atau pembangunan gedung bertingkat, material sering datang dalam bentuk pallet atau unit modular. Forklift hadir sebagai alat angkut spesialis.
Dengan garpu besi di bagian depan, forklift bisa mengangkat beban hingga beberapa ton dan memindahkannya ke titik penyimpanan atau area kerja. Meskipun tidak cocok untuk jarak jauh atau volume masif, forklift sangat krusial dalam mendukung logistik proyek yang melibatkan barang-barang dalam kemasan tertentu.
7. Conveyor System
Berbeda dengan alat angkut beroda, conveyor system bekerja secara otomatis di jalur tetap. Biasanya digunakan di industri tambang, pelabuhan, atau manufaktur.
Conveyor efisien untuk memindahkan material curah seperti batubara, pasir, atau bahan baku lainnya dari satu titik ke titik lain secara berulang. Kelemahannya, alat ini tidak fleksibel karena hanya bisa digunakan di jalur yang sudah dipasang. Namun, untuk produksi masif dengan alur tetap, conveyor sangat menghemat biaya tenaga kerja.
8. Articulated Hauler & Special Equipment
Selain alat-alat utama, ada juga peralatan khusus seperti articulated hauler yang dirancang untuk membawa material dalam jumlah masif di area tambang atau bendungan. Perbedaan utama dengan dump truck biasa adalah desainnya yang lebih tahan banting, dengan kapasitas angkut ekstra besar dan kemampuan melewati medan sulit.
Peralatan ini mungkin tidak dibutuhkan di semua proyek, tetapi sangat vital ketika proyek menghadapi tantangan skala besar.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Alat Berat
Sebelum memutuskan mana alat berat yang cocok untuk proyek Anda, ada baiknya Anda mempertimbangkan dahulu beberapa faktor berikut ini:
- Jenis Material yang Diangkut
Faktor pertama yaitu menentukan jenis material yang diangkut. Material lepas seperti pasir, tanah, kerikil, atau agregat lebih cocok diangkut dengan dump truck atau wheel loader. Sedangkan material berbentuk unit seperti pallet semen, pipa, atau balok beton biasanya lebih mudah dipindahkan dengan forklift atau crane.
Sifat material juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kerugian di lapangan, apakah material tersebut berat, rapuh, atau mudah tercecer.
- Kapasitas Proyek
Proyek berskala besar, misalnya pembangunan jalan tol atau pelabuhan memerlukan alat dengan kapasitas muat besar agar frekuensi pengangkutan berkurang.
Sebaliknya, untuk proyek kecil seperti perumahan atau lansekap, cukup gunakan alat dengan kapasitas sedang agar lebih fleksibel dan efisien.
- Kondisi Medan di Lapangan
Kondisi medan rata dan padat cocok untuk hampir semua jenis alat angkut. Jika kondisi medan di lapangan itu berbatu, berlumpur, atau menanjak lebih aman menggunakan alat dengan daya traksi kuat, seperti bulldozer untuk dorongan awal atau articulated dump truck yang lincah di medan sulit. Selain itu, faktor akses jalan yang sempit atau luas juga memengaruhi, terutama untuk memilih ukuran alat berat.
- Durasi Proyek
Jika proyek berlangsung lama, sebaiknya pilih alat berat yang dikenal tahan lama, mudah dirawat, dan hemat bahan bakar agar biaya operasional tidak membengkak. Sedangkan untuk proyek jangka pendek, fleksibilitas dan ketersediaan alat menjadi lebih penting dibandingkan daya tahan jangka panjang.
- Efisiensi Biaya Sewa dan Operasional
Harga sewa per unit memang penting, tetapi lebih bijak menghitung biaya per volume material yang diangkut. Misalnya, menyewa alat dengan biaya sewa lebih tinggi tapi kapasitas angkutnya besar, bisa jadi lebih hemat dibandingkan menyewa alat murah tapi butuh perjalanan bolak-balik lebih banyak. Jangan lupa juga memperhitungkan konsumsi bahan bakar, biaya operator, dan perawatan harian.
Butuh Alat Berat yang Cocok untuk Pengangkutan Material Proyekmu? Yuk, Konsultasikan kepada Ahlinya!
Setiap proyek pasti punya tantangan sendiri, apalagi soal urusan pengangkutan material. Mungkin Anda pernah merasakan betapa repotnya ketika alat yang dipakai kurang tepat atau justru sering bermasalah di tengah jalan. Waktu terbuang, biaya membengkak, dan pekerjaan jadi terhambat.
Nah, untuk itu PT Perkasa Sarana Utama (PSU) hadir sebagai penyedia alat berat terbaik di Indonesia. Dengan pilihan alat berat yang lengkap, hingga peralatan khusus, Anda bisa lebih tenang karena kebutuhan proyek tertangani dengan tepat.
Ditambah lagi, semua armada PSU selalu dirawat rutin dan dikemudikan oleh operator berpengalaman dan sudah bersertifikat, sehingga Anda tidak perlu khawatir soal performa di lapangan.
Testimoni dari klien-klien PSU juga merasa puas atas kinerja dan pelayanan kami. Cara sewanya pun cukup gampang, untuk respon yang cepat Anda bisa langsung hubungi kami melalui WhatsApp 0811-358-378 dan tim kami akan segera merespon.

Yuk, segera konsultasikan kepada kami dan biarkan kami bantu memastikan proyek Anda berjalan lebih efisien dan tanpa hambatan. Untuk mengetahui update informasi terbaru dari PSU, Yuk follow Instagram kami di @psualatberat.







