Search
Close this search box.
Perkasa Sarana Utama | Heavy Equipment Rental Excavator Rental
  1. Home
  2. »
  3. Insights
  4. »
  5. Jenis Truk Pengangkut Alat Berat yang Digunakan di Proyek Konstruksi

Jenis Truk Pengangkut Alat Berat yang Digunakan di Proyek Konstruksi

Jika Anda sedang membuat perencanaan pengerjaan proyek konstruksi, salah satu variabel penting yang harus masuk dalam pertimbangan Anda adalah mobilisasi alat berat.

Sebelum merumuskan biaya, beberapa faktor penentu seperti jenis truk pengangkut alat berat yang akan digunakan, akses menuju lokasi proyek, luasan area proyek, sampai tonase alat berat yang akan dimobilisasi, perlu benar-benar Anda pahami terlebih dahulu.

Pada proyek konstruksi berskala besar, alat berat hampir tidak pernah bekerja hanya di satu lokasi. Excavator yang hari ini digunakan untuk pekerjaan cut and fill dapat dipindahkan ke proyek drainase beberapa hari kemudian. Wheel loader yang sebelumnya bekerja di stockpile material bisa saja dimobilisasi ke proyek jalan. Vibro roller, bulldozer, motor grader, until forklift juga mengalami pola operasional yang sama.

So, kendaraan pengangkut alat berat tidak hanya digunakan untuk memindahkan alat berat menuju tempat proyek. Lebih jauh, pengangkut alat berat ini dapat dimanfaatkan untuk perpindahan alat dari satu titik kerja ke titik kerja lain di satu proyek yang sama.

Kendaraan pengangkut alat berat ini juga berperan menjaga stabilitas alat selama perjalanan, mengurangi risiko kerusakan undercarriage, menjaga distribusi beban kendaraan tetap aman, serta memastikan proses transportasi sesuai regulasi jalan.

Karena setiap alat berat memiliki dimensi dan operating weight berbeda, kendaraan pengangkut yang digunakan juga tidak bisa disamaratakan.

Inilah alasan mengapa pada proyek konstruksi, pemilihan trailer alat berat tidak hanya mempertimbangkan kapasitas angkut saja, tetapi juga mempertimbangkan:

  • operating weight alat berat,
  • distribusi beban axle,
  • tinggi deck trailer,
  • kondisi jalan proyek,
  • radius belokan,
  • akses tanjakan,
  • hingga hingga kepatuhan terhadap MST (Muatan Sumbu Terberat) dan Kelas Jalan yang akan dilalui.

Dengan memahami panduan ini, kami berharap Anda dapat lebih mudah memilih jenis truk pengangkut alat berat yang tepat untuk proyek konstruksi Anda.

Apa Nama Truk Pengangkut Alat Berat?

Truk pengangkut alat berat pada proyek konstruksi disebut trailer alat berat. However, istilah ini sebenarnya mencakup beberapa jenis kendaraan berbeda.

Nama kendaraan pengangkut alat berat biasanya dibedakan berdasarkan:

  • desain trailer,
  • kapasitas tonase,
  • jumlah axle,
  • sistem loading,
  • dan jenis alat berat yang diangkut.

Because of that, ketika seseorang menyebut “truk pengangkut excavator”, kendaraan yang dimaksud bisa berupa self loader, lowbed trailer, lowboy trailer, maupun multi axle trailer tergantung ukuran excavator yang digunakan.

Pada proyek konstruksi di Indonesia, jenis kendaraan pengangkut alat berat yang paling umum digunakan di antaranya:

  • self loader
  • Dan lowbed trailer

Masing-masing memiliki fungsi dan karakteristik berbeda.

Apa Itu Truk Self Loader?

Kendaraan pengangkut alat berat yang sangat sering digunakan pada proyek konstruksi adalah self loader.

Self loader merupakan kendaraan pengangkut alat berat yang memiliki sistem loading sendiri melalui ramp belakang atau mekanisme hidrolik sehingga alat berat dapat naik langsung ke deck kendaraan tanpa bantuan crane tambahan.

Karena alat dapat melakukan loading sendiri menggunakan track atau roda, kendaraan ini disebut self loader.

Pada proyek konstruksi perkotaan, self loader cenderung lebih sering dipilih karena lebih praktis dan fleksibel.

Mobilization excavator mini for example. Perpindahan jenis alat berat ini sering dilakukan menggunakan self loader karena:

  • proses loading lebih cepat,
  • tidak membutuhkan area loading terlalu luas,
  • lebih mudah masuk jalan perkotaan,
  • radius belok lebih fleksibel,
  • dan biaya mobilisasi biasanya lebih rendah dibanding trailer besar.

Furthermore, Self loader juga sering digunakan untuk mobilisasi jenis alat berat lain di antaranya:

Pada proyek drainase kota atau proyek utilitas bawah tanah, alat berat sering berpindah lokasi kerja beberapa kali dalam satu minggu.

In conditions like this, self loader menjadi solusi mobilisasi yang lebih efisien dibanding menggunakan lowbed trailer besar.

Lowbed Trailer untuk Mobilisasi Alat Berat

Lowbed trailer atau sering juga disebut lowboy trailer merupakan kendaraan pengangkut alat berat dengan deck rendah yang dirancang khusus untuk membawa alat bertonase besar.

Posisi deck yang rendah menjadi salah satu karakteristik paling penting dari kendaraan ini.

Semakin tinggi alat berat yang diangkut, semakin besar risiko kendaraan melewati batas tinggi underpass, bridge, power cable, maupun akses proyek tertentu. Dengan kondisi deck yang rendah, tinggi total kendaraan dan alat menjadi lebih aman selama perjalanan.

Karena alasan inilah lowbed trailer prefer digunakan untuk mobilisasi:

On mining project, road, dam, harbor, maupun proyek industrial, lowbed trailer cenderung menjadi pilihan utama untuk hauling alat berat.

Selain posisi deck yang rendah, lowbed trailer juga dirancang memiliki distribusi beban yang lebih stabil.

Hal ini penting untuk dipertimbangkan karena alat berat memiliki titik berat atau center of gravity berbeda dibanding muatan umum.

For example, excavator memiliki konsentrasi beban besar pada upper structure dan counterweight belakang. Jika distribusi beban trailer tidak seimbang, kendaraan pengangkut alat berat dapat mengalami overload pada axle tertentu atau bahkan kehilangan stabilitas saat berbelok.

Because of that, konfigurasi axle pada trailer menjadi sangat penting. Semakin besar operating weight alat berat, semakin banyak axle yang biasanya digunakan.

Tujuannya adalah mendistribusikan beban kendaraan ke lebih banyak titik sehingga tekanan terhadap jalan dan axle tidak berlebihan.

Pada praktik lapangan, trailer untuk excavator mini tentu berbeda dibanding trailer untuk excavator 20 ton atau excavator 30 ton.

Sebagai gambaran umum:

Types of Heavy EquipmentKendaraan Pengangkut yang Umum Digunakan
Mini Excavator (< 10 ton)Self loader (Truk Engkel/Fuso Modifikasi)
Small-Medium Excavator (10–15 ton)Lowbed 2 Axle / Self Loader Berat
Medium Excavator (20–30 ton)Lowbed 3 Axle
Bulldozer Besar & Heavy Equipment > 35 tonLowbed Multi Axle / Heavy Haul Trailer
Crawler crane tertentuSpecialized heavy haul trailer

Pemilihan trailer seperti ini penting karena kendaraan yang terlalu kecil dapat menyebabkan overload, sedangkan kendaraan yang terlalu besar dapat meningkatkan biaya mobilisasi secara tidak efisien.

Faktor yang Memengaruhi Biaya Mobilisasi Alat Berat

Perlu dipahami bersama bahwa biaya mobilisasi alat berat tidak hanya ditentukan oleh jarak pengiriman. Jenis trailer yang digunakan juga turut memengaruhi biaya operasional.

Semakin besar alat berat yang diangkut, biasanya semakin kompleks kebutuhan transportasinya. Beberapa faktor yang paling mempengaruhi biaya mobilisasi antara lain:

Operating Weight Alat Berat

The greater the tool tonnage, semakin besar pula kapasitas trailer yang dibutuhkan. Excavator 30 ton tentu membutuhkan kendaraan berbeda dibanding mini excavator. Konfigurasi axle tambahan biasanya meningkatkan biaya mobilisasi.

Jarak Mobilisasi

Semakin jauh lokasi proyek, semakin besar biaya bahan bakar, tol, dan operasional kendaraan. Pada proyek lintas kota atau lintas provinsi, biaya mobilisasi sering menjadi salah satu komponen terbesar dalam penyewaan alat berat.

Akses Jalan Proyek

Jalan sempit, tanjakan curam, muddy area, maupun akses proyek dengan radius belok kecil dapat mempengaruhi jenis kendaraan yang digunakan. Dalam beberapa kondisi, trailer besar bahkan tidak dapat masuk langsung ke area proyek.

Kebutuhan Perizinan

Transportasi alat berat tertentu membutuhkan izin khusus terutama jika dimensi kendaraan melebihi batas jalan umum. Beberapa mobilisasi juga membutuhkan escort vehicle demi keselamatan lalu lintas.

Jenis Trailer

Self loader biasanya lebih ekonomis untuk alat kecil hingga menengah. Namun untuk alat berat bertonase besar, lowbed trailer multi axle menjadi kebutuhan utama. Karena itulah pemilihan kendaraan pengangkut tidak bisa dipisahkan dari perencanaan biaya proyek.

Risiko Salah Memilih Truk Pengangkut Alat Berat

Ada beberapa risiko yang perlu Anda ketahui ketika salah memilih trailer atau truk pengangkut alat berat. Dan hal ini tidak hanya berlaku untuk proyek konstruksi saja.

Trailer atau truk dengan kapasitas angkut terlalu kecil dapat menyebabkan overload pada axle kendaraan. Selain membahayakan keselamatan, kondisi ini juga dapat mempercepat kerusakan ban, suspensi, dan struktur trailer.

Meanwhile, truk pengangkut yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko kendaraan, atau bahkan alat berat, tersangkut kabel listrik atau underpass.

Distribusi beban yang tidak tepat juga dapat menyebabkan kendaraan limbung terutama saat menikung atau melewati jalan tidak rata.

Because of that, perusahaan konstruksi biasanya memilih penyedia alat berat yang sekaligus memahami kebutuhan mobilisasi alat secara teknis.

Pendekatan seperti ini membantu proyek berjalan lebih aman dan efisien.

Memilih Penyedia Sewa Alat Berat dan Mobilisasi yang Tepat

DI banyak proyek konstruksi di Indonesia, perusahaan cenderung memilih menyewa alat berat lengkap dengan layanan mobilisasi dibanding mengatur transportasi secara terpisah.

Pendekatan ini biasanya lebih efisien karena penyedia alat sudah memahami:

  • kebutuhan trailer berdasarkan operating weight alat,
  • prosedur loading alat berat,
  • distribusi beban kendaraan,
  • kebutuhan perizinan jalan,
  • hingga keselamatan mobilisasi proyek.

Besides that, koordinasi operasional juga menjadi lebih sederhana karena alat dan kendaraan pengangkut berada dalam satu sistem kerja.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan alat berat, PT Perkasa Sarana Utama menyediakan berbagai alat berat untuk proyek konstruksi sekaligus mampu memfasilitasi kebutuhan mobilisasi alat menggunakan kendaraan atau transport truck yang disesuaikan dengan spesifikasi alat dan kebutuhan operasional proyek.

Conclusion

Jenis truk pengangkut alat berat pada proyek konstruksi umumnya meliputi self loader, lowbed trailer, dan beberapa konfigurasi trailer khusus lainnya tergantung dimensi serta operating weight alat yang diangkut.

Lowbed trailer lebih sering digunakan untuk alat berat bertonase besar karena memiliki deck rendah dan distribusi beban lebih stabil. Sementara self loader lebih cocok untuk excavator mini dan alat proyek berukuran kecil hingga menengah karena proses loading lebih praktis.

Pada praktik lapangan, pemilihan kendaraan pengangkut alat berat tidak hanya mempertimbangkan kapasitas angkut saja. Faktor seperti distribusi beban axle, akses jalan proyek, regulasi transportasi, hingga keselamatan loading alat juga menjadi bagian penting dalam perencanaan mobilisasi.

Karena mobilisasi alat berat berkaitan langsung dengan efisiensi operasional proyek, penggunaan trailer yang tepat membantu menjaga kondisi alat, mempercepat pekerjaan proyek, sekaligus mengurangi risiko operasional selama transportasi.

Jika Anda membutuhkan truk pengangkut alat berat untuk proyek konstruksi, tim PT Perkasa Sarana Utama siap memberikan rekomendasi yang tepat dengan kebutuhan proyek Anda.

Quick contact the PT Perkasa Sarana Utama team right now for the best offers and unit availability this week.

WhatsApp: 0812-5233-3349

Email: rent@psualatberat.com

Website: psualatberat.com

FAQ Seputar Truk Pengangkut Alat Berat

Apa nama trailer untuk mengangkut excavator?

Trailer yang paling umum digunakan untuk mengangkut excavator adalah self loader dan lowbed trailer. Pemilihannya tergantung ukuran dan operating weight excavator.

Apa beda lowbed trailer dan self loader?

Lowbed trailer memiliki deck rendah dan biasanya digunakan untuk alat berat bertonase besar. Sementara self loader lebih praktis untuk alat kecil hingga menengah karena memiliki sistem loading sendiri.

Apakah excavator bisa berjalan sendiri ke proyek?

Secara teknis bisa untuk jarak sangat pendek. Namun untuk mobilisasi proyek normal, excavator biasanya diangkut menggunakan trailer agar undercarriage tidak cepat rusak dan mobilisasi lebih efisien.

Mengapa trailer alat berat menggunakan banyak axle?

Axle tambahan membantu mendistribusikan beban kendaraan agar tekanan terhadap jalan dan struktur trailer lebih aman.

Apa itu mobilisasi alat berat?

Mobilisasi alat berat adalah proses pemindahan alat berat dari satu lokasi menuju lokasi proyek menggunakan kendaraan pengangkut seperti self loader atau lowbed trailer.

Share Article

Picture of PSU Access
PSU Access

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *