Search
Close this search box.
Perkasa Sarana Utama | Sewa Alat Berat Sewa Excavator
  1. Home
  2. »
  3. Alat Berat
  4. »
  5. Jenis Kerusakan Dozer yang Sering Terjadi, Gejala dan Solusinya
Jenis Kerusakan Dozer yang Sering Terjadi, Gejala dan Solusinya

Jenis Kerusakan Dozer yang Sering Terjadi, Gejala dan Solusinya

Dalam setiap proyek konstruksi, dozer merupakan tulang punggung yang tak tergantikan. Kemampuannya meratakan tanah, mendorong material, dan membersihkan area proyek menjadikannya aset vital. Namun, dozer beroperasi dalam kondisi ekstrem sangat rentan mengalami berbagai jenis kerusakan dozer atau buldozer

Mengabaikan perawatan tidak hanya dapat mengganggu jadwal proyek, tetapi juga berpotensi menimbulkan biaya perbaikan yang besar dan bahkan membahayakan keselamatan operator. Oleh karena itu, memahami jenis kerusakan umum, gejala awal, dan solusinya adalah kunci untuk memastikan dozer Anda selalu dalam kondisi prima dan siap tempur.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pentingnya memahami jenis-jenis kerusakan dozer yang sering terjadi, gejala-gejalanya, dan solusi penanganannya. Mari simak tips untuk memastikan alat berat Anda tetap beroperasi optimal dan efisien.

1. Overheating Mesin

Overheating mesin adalah salah satu kerusakan dozer yang paling umum dan serius, ditandai dengan kenaikan suhu mesin di atas batas normal, seringkali disertai asap atau uap serta bau terbakar. Kondisi ini mengindikasikan gangguan pada sistem pendingin yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan bulldozer secara alami yang lebih parah.

Penyebab umum overheating meliputi rendahnya cairan pendingin, radiator yang tersumbat, atau kipas dan termostat yang tidak berfungsi optimal. Beban kerja berlebihan atau filter udara kotor juga dapat mempercepat peningkatan suhu. Perawatan rutin seperti menjaga level cairan pendingin, membersihkan radiator, dan memeriksa fungsi komponen pendingin esensial untuk mencegah kerusakan dozer akibat panas berlebih.

2. Sistem Hidrolik Bocor atau Lemah

Kerusakan dozer pada sistem hidrolik sering terlihat dari pergerakan blade atau ripper yang lambat, kurang bertenaga, atau tidak responsif, disertai genangan oli hidrolik di bawah unit. Kebocoran ini merupakan indikasi langsung adanya masalah yang dapat menyebabkan kerusakan bulldozer secara alami pada komponen vital.

Kebocoran umumnya disebabkan oleh selang retak, seal aus, atau sambungan kendor, sementara sistem hidrolik yang lemah bisa karena pompa rusak atau filter oli tersumbat. Penanganan melibatkan identifikasi dan penggantian komponen yang rusak, serta pemeriksaan berkala pada pompa dan filter oli. Penggunaan oli hidrolik yang sesuai spesifikasi sangat penting untuk menjaga tekanan dan kinerja sistem, mencegah akumulasi kerusakan dozer.

3. Track atau Undercarriage Aus

Keausan pada track atau undercarriage adalah kerusakan bulldozer secara alami yang umum terjadi seiring penggunaan. Tanda-tandanya meliputi stabilitas yang berkurang, rantai track kendur, suara berdecit, dan keausan jelas pada komponen seperti sprocket, idler, track shoe, dan roller.

Meskipun keausan merupakan hal normal, operasional di medan abrasif atau ketegangan track yang tidak tepat dapat mempercepat kerusakan dozer ini. Penting untuk memeriksa ketegangan track secara rutin, melakukan rotasi track shoe, dan memastikan pelumasan yang cukup pada semua komponen. Penggantian komponen yang aus parah adalah langkah krusial untuk mencegah kerusakan bulldozer yang lebih serius pada sistem penggerak.

4. Transmisi atau Gearbox Bermasalah

Masalah pada transmisi atau gearbox merupakan kerusakan dozer serius yang dapat menghambat operasional, ditandai dengan kesulitan berpindah gigi, gigi meloncat, atau suara berisik tidak wajar. Penurunan tenaga mesin atau respons lambat juga bisa menjadi indikasi kerusakan bulldozer secara alami pada sistem ini.

Penyebab umum meliputi level oli transmisi yang rendah atau kotor, filter transmisi tersumbat, atau komponen internal yang aus. Penggunaan kasar atau beban berlebih dapat mempercepat kerusakan dozer ini. Perawatan melibatkan pemeriksaan rutin level dan kondisi oli transmisi, penggantian filter sesuai jadwal, serta penghindaran overload untuk menjaga kinerja transmisi dan mencegah kerusakan bulldozer di masa mendatang.

5. Sistem Kemudi Tidak Responsif

Sistem kemudi yang tidak responsif adalah kerusakan dozer yang mengancam keselamatan dan efisiensi, ditandai dengan kesulitan berbelok, kebutuhan tenaga ekstra untuk mengarahkan, atau pergerakan yang tidak sesuai input operator. Kemudi mungkin terasa berat atau tidak dapat kembali ke posisi semula secara otomatis, menunjukkan adanya kerusakan bulldozer secara alami pada mekanisme kontrol.

Masalah ini dapat berasal dari power steering pump yang lemah, kebocoran pada selang atau silinder kemudi, atau linkage kemudi yang aus. Kurangnya oli power steering atau kontaminasi sistem juga menjadi penyebab umum. Penanganan meliputi pemeriksaan level oli, penanganan kebocoran, serta pemeriksaan komponen power steering pump dan linkage untuk memastikan responsivitas sistem kemudi dan mencegah kerusakan dozer lebih lanjut.

Cara Mencegah Kerusakan Bulldozer Sejak Dini

Mencegah selalu lebih baik daripada memperbaiki. Dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana, Anda bisa memperpanjang usia dozer dan menghindari kerugian akibat kerusakan tak terduga. Berikut ini beberapa cara untuk mencegah kerusakan dozer:

  • Lakukan P2H (Pemeriksaan Pra Operasi Harian)

Lakukan P2H sebelum mengoperasikan dozer, meliputi pengecekan level oli, cairan pendingin, tekanan ban, dan kondisi visual komponen penting. Pemeriksaan rutin ini esensial untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini, mencegah kerusakan dozer yang lebih serius.

  • Gunakan Operator Bersertifikat dan Berpengalaman

Pastikan dozer dioperasikan oleh operator bersertifikat dan berpengalaman yang memahami pengoperasian alat dengan benar. Operator terlatih lebih peka terhadap gejala awal kerusakan dan mampu mencegah praktik yang merugikan, sehingga meminimalkan risiko kerusakan bulldozer.

  • Ganti Oli dan Filter Sesuai Jadwal

Gantilah oli dan filter sesuai jadwal rekomendasi pabrikan karena sangat penting untuk kinerja optimal mesin, transmisi, dan sistem hidrolik. Oli dan filter bersih mencegah penumpukan kotoran yang dapat menyebabkan keausan dan kerusakan dozer.

  • Simpan Alat di Tempat yang Terlindung Saat Tidak Digunakan

Simpanlah bulldozer di tempat yang terlindung saat tidak digunakan untuk melindunginya dari cuaca ekstrem dan vandalisme. Lingkungan penyimpanan yang baik dapat mencegah korosi dan kerusakan pada komponen sensitif, menjaga dozer tetap prima.

Perawatan Dozer Lebih Mudah Jika Sewa di PSU

Memiliki dan merawat dozer adalah investasi besar yang seringkali dibarengi dengan kerumitan dan biaya tak terduga, termasuk potensi kerusakan dozer. Namun, Anda bisa memangkas kekhawatiran dengan memilih sewa alat berat. 

PT Perkasa Sarana Utama (PSU) hadir sebagai mitra tepercaya yang menawarkan dozer dan alat berat lainnya dalam kondisi prima, lengkap dengan jaminan perawatan rutin. Anda tidak perlu pusing memikirkan biaya perbaikan atau ketersediaan suku cadang, karena semua aspek perawatan dan pemeliharaan sudah termasuk dalam layanan sewa kami. 

Kami juga menawarkan layanan konsultasi gratis untuk membantu Anda menentukan jenis alat berat paling tepat berdasarkan kondisi lapangan dan skala proyek. Tim teknis PSU akan melakukan penilaian lokasi, analisis kebutuhan kerja, serta memberikan rekomendasi efisien agar proyek Anda berjalan tepat waktu dan hemat biaya.

Anda tidak perlu repot datang ke kantor; semua proses pemesanan bisa dilakukan secara online, cepat, dan aman. Tersedia berbagai opsi pemesanan melalui Call Center, WhatsApp, email, hingga contact form yang dapat diakses langsung. Baca panduannya disini.

Bagikan Artikel

Picture of PSU Access
PSU Access

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KATEGORI