Track excavator yang sering lepas bukan sekadar gangguan teknis. Dalam praktik lapangan, kejadian ini menjadi salah satu penyebab utama downtime yang bisa menghambat proyek dan bahkan meningkatkan biaya operasional secara signifikan.
Jika Anda akan atau sedang menggunakan Komatsu PC200 untuk proyek Anda, memahami penyebab lepasnya track excavator ini akan membantu Anda mengantisipasi potensi kerugian operasional dalam menyelesaikan proyek.
Mulai dari kondisi track chain yang kendor sampai alignment Undercarriage yang tidak presisi, artikel ini tidak hanya akan membahas penyebabnya saja, melainkan lebih jauh:
- memahami sistem track secara menyeluruh
- mengidentifikasi penyebab utama track lepas
- melakukan diagnosa cepat
- menerapkan solusi efektif dan efisien
Langsung saja kita bahas.
Apa Itu Track pada Excavator?

Source: https://www.fridayparts.com/blog/undercarriage-for-excavator
Sebelum kita membahas soal penyebab lepasnya track pada excavator, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu track pada excavator.
Track merupakan bagian / komponen undercarriage pada excavator. Track pada excavator adalah sistem rantai baja yang menggantikan roda dan berfungsi untuk menopang serta menggerakkan excavator.
Berikut penjelasan singkat fungsi masing-masing komponen undercarriage pada excavator:
- Track Chain – rantai utama penghubung sistem
- Track Shoe – pijakan excavator
- Track Roller – menopang beban unit
- Carrier Roller – menjaga bagian atas track
- Idler – pengarah track
- Sprocket – penggerak utama track
- Track Adjuster – pengatur ketegangan (tension) track chain
Bagian undercarriage pada excavator yang sering lepas biasanya track chain dan track shoe.
Pertanyaannya, apa saja penyebab track chain dan track shoe pada excavator PC200 ini bisa lepas?
Baca Juga:
- Berapa Ton Berat Excavator PC 200? Ini Spesifikasi dan Cara Sewanya
- Rekomendasi Excavator 20 Ton untuk Berbagai Kebutuhan Proyek
Penyebab Track Excavator PC200 Sering Lepas
1. Track Chain Terlalu Kendor atau Terlalu Kencang
Ini adalah penyebab paling umum dan sering terjadi karena kurangnya pengecekan rutin.
Ketika track chain terlalu kendor, rantai tidak memiliki tekanan yang cukup untuk tetap berada di jalur roller dan sprocket.
Saat excavator berbelok atau melewati medan tidak rata, track chain akan mengalami pergeseran lateral (ke samping). Dalam kondisi ini, track chain bisa dengan mudah keluar dari jalur roller.
Sebaliknya, jika track chain terlalu kencang, beban akan terdistribusi secara tidak normal ke seluruh komponen undercarriage.
Tekanan berlebih ini dapat menyebabkan:
- sprocket cepat aus
- pin & bushing track chain cepat longgar
- roller mengalami tekanan berlebih
Dalam jangka waktu tertentu, track chain yang terlalu kencang dapat menyebabkan perubahan bentuk dan ukuran komponen undercarriage lainnya, sehingga track chain tidak lagi presisi dan lebih mudah lepas.
Intinya, tension yang tidak ideal memperbesar kemungkinan track chain lepas dan mempercepat keausan komponen undercarriage lainnya.
2. Keausan Sprocket dan Track Chain
Sprocket berfungsi sebagai penggerak yang mencengkeram track chain. Dalam kondisi normal, gigi sprocket akan masuk dengan presisi ke celah chain.
Namun seiring waktu intensitas penggunaan excavator:
- gigi sprocket menjadi tajam atau runcing (hooked)
- jarak antar chain (pitch) bisa memanjang karena aus
Ketika ini terjadi, interaksi antara sprocket dan chain tidak lagi sempurna. Alih-alih mencengkeram, sprocket justru “selip” saat memutar track.
Akibatnya:
- pergerakan excavator jadi tidak stabil
- chain bisa naik dari sprocket
- track keluar jalur dan lepas
Kondisi ini sering terjadi pada excavator dengan jam kerja tinggi tanpa penggantian komponen yang rutin
Baca Juga:
- Penyebab Excavator Low Power dan Solusinya
- Cara Membaca Kode Error pada Excavator dan Tips Mengatasinya
3. Track Roller atau Idler Bermasalah
Track chain bergerak di atas jalur yang dibentuk oleh roller dan idler.
Jika track roller macet atau aus:
- sistem track tidak mendapatkan support yang merata
- bagian tertentu pada sistem track akan turun atau miring
Jika idler tidak presisi:
- laju track akan sedikit melenceng
- terjadi tekanan ke satu sisi track
Dalam kondisi ini, track tidak lagi berjalan pada jalur idealnya. Saat excavator bergerak, terutama saat berbelok, track akan lebih mudah terdorong keluar atau lepas.
4. Lumpur, Batu, dan Tanah yang Mengeras
Lingkungan kerja excavator sangat memengaruhi kondisi track chain dan roller.
Material seperti lumpur tebal, batu besar dan tanah yang mengeras bisa masuk ke sela-sela undercarriage, terutama di area:
- jalur roller
- sprocket
- sela track chain
Penumpukan material pada undercarriage ini dapat menghambat pergerakan excavator serta:
- mengubah jalur pergerakan track
- mendorong track keluar secara paksa
Dalam kondisi ekstrem, batu yang terjepit di roller atau sprocket bisa langsung menyebabkan track terangkat dan lepas.
Inilah alasan excavator perlu pembersihan rutin terutama ketika digunakan pada proyek tambang dan konstruksi.
Baca Juga:
5. Alignment Undercarriage Tidak Presisi
Alignment berarti seluruh sistem undercarriage berada dalam posisi lurus dan sejajar.
Namun dalam penggunaan jangka panjang:
- frame bisa mengalami sedikit deformasi
- posisi track roller dan idler bisa berubah
- distribusi beban menjadi tidak seimbang
Kondisi tersebut di atas yang dapat memperbesar kemungkinan track chain keluar jalur dan lepas.
Masalah alignment yang tidak presisi ini sering tidak terlihat secara kasat mata, tapi dampaknya sangat besar.
6. Kesalahan Operasional (Human Factor)
Faktor operator juga bisa menjadi penyebab dari lepasnya track excavator. Berikut kesalahan operasional yang sering terjadi:
a. Belok Tajam di Medan Berat
Saat excavator berbelok tajam, terutama di permukaan keras atau berbatu, track mengalami tekanan lateral yang tinggi di satu sisi. Tekanan ini bisa mendorong track keluar dari jalur, terutama jika kondisi sudah tidak optimal.
b. Operasi di Slope Ekstrem
Di medan miring:
- beban excavator tidak terdistribusi merata
- satu sisi track menerima tekanan lebih besar
Kondisi inilah yang meningkatkan risiko track bergeser dan lepas.
c. Kecepatan Tinggi di Medan Kasar
Akselerasi cepat di medan tidak rata menciptakan getaran dan tekanan tambahan pada undercarriage.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa mempercepat keausan komponen dan meningkatkan risiko track lepas.
d. Bucket Menabrak Track
Salah satu yang sering terjadi adalah operator tidak sengaja menabrak track dengan bucket yang mengakibatkan track terlepas.
Baca Juga:
- Kapasitas Bucket Komatsu PC200 Berapa m³? Ini Spesifikasi Lengkapnya
- Perbedaan Excavator Long Reach vs Standard: Fungsi, Kelebihan, dan Kapan Digunakan
Checklist Diagnosa Cepat (5 Menit)
Gunakan ini sebelum tindakan lanjut:
- Apakah track chain terlalu kendor?
- Apakah sprocket terlihat aus?
- Apakah ada lumpur di roller?
- Apakah track tidak lurus?
- Apakah ada suara tidak normal?
Jika 2–3 jawaban “YA”, segera lakukan tindakan.
Berapa Kekencangan Track Excavator yang Ideal?
Untuk Komatsu PC200, tension track chain standar umumnya berkisar di antara 20–30 mm slack (kelonggaran).
Tension track chain perlu disesuaikan dengan kondisi kerja:
– Medan berlumpur / basah
Track chain perlu sedikit lebih longgar di kondisi jalan yang berlumpur atau basah agar material tidak menumpuk dan menarik chain keluar.
– Medan keras / berbatu
Tension track chain perlu sedikit lebih kencang dalam kondisi jalan keras dan berbatu untuk menjaga stabilitas dan mengurangi getaran.
Cara Mengencangkan Track Chain yang Longgar
Tension track chain diatur melalui track adjuster, berikut langkah-langkahnya
1. Parkir di permukaan rata
Agar mendapatkan pengukuran slack yang akurat.
2. Angkat salah satu sisi track
Gunakan boom agar track menggantung. Gunakan jack stand atau balok kayu sebagai pengaman tambahan jika memungkinkan.
3. Temukan track adjuster
Biasanya berada di dekat idler (bagian depan undercarriage).
4. Pompa grease menggunakan grease gun
Tekanan grease akan mendorong idler ke depan yang otomatis mengencangkan track chain.
5. Cek ulang slack track chain
Pastikan sudah sesuai kebutuhan kondisi medan.
6. Turunkan unit dan uji jalan perlahan
Pastikan pergerakan smooth dan tidak terlalu tegang.
Tips Tambahan
– Jangan over-tightening karena bisa merusak sprocket, roller, pin & bushing track chain
– Selalu bersihkan lumpur sebelum penyetelan. Karena bisa membuat hasil pengukuran tidak akurat
– Lakukan pengecekan rutin, terutama setelah kerja berat
Cara Mengatasi Track Excavator yang Lepas
- Atur ulang tension
- Bersihkan undercarriage
- Ganti komponen aus
- Lakukan alignment check
- Perbaiki teknik operator
Maintenance rutin dapat menurunkan risiko kerusakan hingga 30–40%.
Simulasi Kerugian Jika Track Lepas
- Downtime: 4–8 jam
- Biaya teknisi: Rp1–3 juta
- Delay proyek: signifikan
Solusi paling efisien: gunakan unit yang terawat.
Penutup
Masalah track lepas bisa dicegah. Tapi jika Anda menginkan solusi tanpa risiko dan tanpa repot maintenance, gunakan unit excavator yang sudah terawat dengan optimal.
PT Perkasa Sarana Utama (PSU) hadir menyediakan layanan sewa excavator PC200 dengan unit yang terawat, siap operasi, dan telah melalui pemeriksaan harian (P2H) secara rutin. Setiap unit didukung oleh perawatan berkala sesuai standar teknis, sehingga risiko downtime di tengah proyek dapat diminimalkan.
Hubungi tim PT Perkasa Sarana Utama sekarang untuk penawaran terbaik dan ketersediaan unit minggu ini.
WhatsApp: 0812-5233-3349
Email: rent@psualatberat.com
Website: psualatberat.com
FAQ
Apa itu track pada excavator?
Track adalah sistem rantai baja yang menggantikan roda dan berfungsi untuk menopang serta menggerakkan excavator di berbagai medan.
Mengapa rantai roda pada ekskavator bisa lepas?
Karena beberapa faktor seperti track kendor, keausan sprocket, kerusakan roller, material asing, dan kesalahan operasional.
Berapa kekencangan track excavator yang ideal?
Umumnya 20–30 mm slack, tergantung kondisi kerja dan rekomendasi pabrikan.
Bagaimana cara mengencangkan track yang longgar?
Dengan menambahkan grease pada track adjuster hingga mencapai kekencangan ideal.
Apakah track excavator lepas berbahaya?
Ya, dapat menyebabkan kerusakan lanjutan dan menghentikan operasional proyek.
Seberapa sering track harus dicek?
Idealnya setiap hari sebelum operasi atau setelah kerja berat.







