Jika Anda sedang mempertimbangkan lebih baik menggunakan excavator long reach atau excavator standard untuk proyek Anda, ada beberapa kondisi yang harus Anda cermati lebih lanjut.
Banyak proyek yang terlihat berjalan lancar tapi sebenarnya tidak efisien karena jenis excavator yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Perbedaan antara excavator long reach (long arm) dengan excavator standard tidak hanya terletak pada panjang arm saja, tapi juga pada:
- Kapasitas bucket
- Counterweight (bobot penyeimbang)
- Cycle time dan produktivitas kerja
Artikel ini akan membantu Anda lebih memahami tentang:
- Fungsi arm pada excavator
- Apa itu excavator long reach
- Perbedaan jangkauan dan performa
- Kapan harus menggunakan masing-masing
- Cara memilih excavator yang paling efisien untuk proyek Anda
Langsung saja kita bahas.
Apa Fungsi Arm pada Excavator?
Notes: Butuh editing tambahan untuk highlight bagian boom, arm & bucket.
Arm adalah bagian lengan excavator yang menghubungkan boom dengan bucket.
Fungsi arm excavator antara lain:
- Menentukan jangkauan kerja
- Mengontrol kedalaman galian
- Mengatur presisi pergerakan bucket
Desain arm juga secara langsung memengaruhi:
- Produktivitas kerja
- Konsumsi bahan bakar
- Stabilitas alat
Semakin panjang arm, semakin jauh pula jangkauannya. Namun, daya angkat dan stabilitas excavator menurun. Hal inilah yang menyebabkan bucket dan counterweight excavator long arm berbeda dengan excavator standard.
Apa Saja Perbedaan Excavator Standard vs Long Reach?
Berikut adalah tabel perbandingan secara keseluruhan standar excavator vs long reach excavator dengan berat operasional sama-sama 20 ton.
| Aspek | Standard Excavator | Long Reach Excavator |
| Horizontal Reach | ± 9 – 10 m | ± 16 – 18 m |
| Vertical Reach | ± 6 – 7 m | ± 9 – 10 m |
| Kapasitas Bucket | 0.8 – 1.2 m³ | 0.3 – 0.6 m³ |
| Counterweight | ± 4 – 5 ton | ± 5 – 7 ton (ditambah atau dimodifikasi) |
| Cycle Time | ± 20 – 30 detik per cycle | ± 30 – 45 detik per cycle |
| Produktivitas per Jam | ± 100 – 180 m³/jam | ± 50 – 100 m³/jam |
| Reposition Alat | Sering | Jarang |
1. Jangkauan Pekerjaan (Working Reach)
Baik itu horizontal maupun vertikal, Long-arm excavator memiliki jangkauan 2x lipat lebih jauh dan dalam dibandingkan standard excavator.
Jangkauan horizontal standard excavator ± 9 – 10 m. Jenis excavator ini ideal digunakan pada area terbuka dan mudah diakses.
Standard excavator akan sering berpindah jika jarak gali dan buang material lebih dari 10 m.
Sedangkan pada long-arm excavator, jarak jangkauan horizontalnya ± 16 – 18 m. Penggunaan long-arm excavator akan mengurangi proses perpindahan unit akibat jarak gali dan buang material yang jauh.
Karena memiliki jangkauan gali yang lebih dalam, long-arm excavator ini lebih sering digunakan untuk normalisasi sungai & pengerukan.
Jadi, Long-arm excavator digunakan untuk pekerjaan dengan jangkauan vertikal atau horizontal yang tidak dapat dicapai standard excavator.
2. Kapasitas Bucket
Dengan berat operasional yang sama, standard excavator memiliki kapasitas bucket yang lebih besar dibandingkan long-arm excavator.
Kapasitas bucket standard excavator kisaran 0.8 – 1.2 m³. Sedangkan long-arm excavator hanya memiliki kapasitas bucket sekitar 0.3 – 0.6 m³.
Karena memiliki kapasitas bucket yang lebih besar, standard excavator mampu mengangkut volume material yang lebih besar dibanding long-arm excavator.
Standard excavator lebih memungkinkan memiliki kapasitas bucket yang besar karena arm lebih pendek, sehingga menciptakan leverage lebih kecil dari long-arm excavator.
Baca Juga:
- Rekomendasi Excavator 20 Ton untuk Berbagai Kebutuhan Proyek
- Kapasitas Bucket Komatsu PC200 Berapa m³? Ini Spesifikasi Lengkapnya
- Tooth Bucket Excavator: Fungsi, Jenis, dan Tips Memilih yang Tepat
3. Counterweight
Long-arm excavator memiliki counterweight yang lebih berat dibanding standard excavator.
Hal ini dikarenakan jarak beban pada long-arm excavator lebih jauh dari superstructure / house excavator itu sendiri.
Counterweight yang lebih berat pada long-arm excavator ini diperlukan untuk menjaga stabilitas excavator saat mengangkat dan memindahkan material.
Long-arm excavator memiliki counterweight sekitar ± 5 – 7 ton. Sedangkan standard excavator memiliki counterweight sekitar ± 4 – 5 ton.
4. Cycle Time
Standard excavator memiliki cycle time yang lebih cepat dibanding long-arm excavator.
Hal ini dikarenakan jarak ayun / gerakan bagian lengan standard excavator lebih pendek dari long-arm excavator.
Estimasi cycle time standard excavator kurang lebih 20 – 30 detik. Sedangkan long-arm excavator membutuhkan 30 – 45 detik.
Cycle time long-arm excavator lebih lama karena operator harus lebih berhati-hati menjaga keseimbangan excavator selama proses menggali dan memindahkan material.
Baca Juga:
- Operator Alat Berat Harus Bersertifikasi? Ini Tugas dan Syaratnya!
- Operator Tanpa SIO & Alat Berat Tanpa SILO? Ini Sanksi Berat yang Bisa Menimpa Perusahaan
5. Produktivitas per Jam
Karena memiliki kapasitas bucket lebih besar, produktivitas per jam standard excavator pun juga menjadi lebih tinggi dari long-arm excavator.
Estimasi produktivitas standard excavator sekitar ± 100 – 180 m³/jam. Sedangkan pada long-arm excavator produktivitasnya ± 50 – 100 m³/jam.
Catatan penting: Produktivitas per jam bukan satu-satunya indikator efisiensi proyek.
6. Reposition Alat
Biasanya, standard excavator lebih sering berpindah posisi / lokasi dibandingkan long-arm excavator.
Perpindahan ini menyebabkan konsumsi BBM excavator meningkat.
Baca Juga:
Walaupun long-arm excavator lebih jarang reposition, belum tentu jenis excavator ini lebih efisien. Karena perlu mempertimbangkan kondisi lapangan serta deadline proyek.
Lalu, bagaimana cara memilih excavator yang tepat untuk proyek Anda?
Cara Memilih Excavator yang Tepat
Gunakan checklist ini:
Pilih Standard Excavator jika:
- Jarak kerja dekat (< 10 meter)
- Butuh tenaga gali optimal
- Volume material besar
- Area stabil dan mudah diakses
Pilih Long Reach Excavator jika:
- Jarak kerja jauh (> 10 meter)
- Risiko tinggi jika alat terlalu dekat dengan area kerja
- Banyak reposition jika menggunakan standard excavator
Salah Pilih Excavator = Proyek Rugi
Kesalahan memilih jenis excavator bisa menyebabkan:
- Waktu kerja lebih lama
- Biaya operasional meningkat
- Risiko kerusakan alat
- Risiko keselamatan meningkat
Catatan penting: Jenis excavator yang harga sewanya lebih murah, belum tentu lebih hemat secara total proyek.
Baca Juga:
- Analisis ROI: Lebih Untung Mana, Sewa Alat Berat, Beli Baru atau Bekas?
- Ternyata, Ini 10 Keuntungan Sewa Alat Berat
Solusi dari PT Perkasa Sarana Utama
Memilih jenis excavator yang tepat tidak harus rumit.
PT Perkasa Sarana Utama menyediakan:
- Excavator standard untuk pekerjaan umum
- Excavator long reach untuk kebutuhan khusus
- Mini excavator
- Breaker excavator
Semua unit excavator Kami jamin terawat, siap operasi, dan telah melalui pemeriksaan harian (P2H) secara rutin. Setiap unit didukung oleh perawatan berkala sesuai standar teknis, sehingga risiko downtime di tengah proyek dapat diminimalkan.
Hubungi tim PT Perkasa Sarana Utama sekarang untuk penawaran terbaik dan ketersediaan unit minggu ini.
WhatsApp: 0812-5233-3349
Email: rent@psualatberat.com
Website: psualatberat.com
FAQ
Apa fungsi arm pada excavator?
Arm berfungsi untuk mengatur jangkauan, kedalaman, dan presisi gerakan bucket dalam proses penggalian atau pemindahan material.
Apa itu excavator long arm?
Excavator long arm adalah excavator dengan lengan lebih panjang dari standar yang digunakan untuk menjangkau area kerja yang jauh atau sulit diakses.
Berapa jangkauan excavator long reach?
Umumnya berkisar antara 16–18 meter, tergantung ukuran unit, hampir dua kali lipat dibanding excavator standard.
Kapan harus menggunakan excavator long reach?
Digunakan saat bekerja di area jauh, berair, atau berisiko tinggi seperti sungai, tebing, dan proyek demolition.







